Jumat, 22 Februari 2013

Armenia Diwajibkan Membayar Ganti Rugi

Armenia Diwajibkan Membayar Ganti Rugi kepada 17 Saksi Yehuwa


STRASBOURG, Prancis—Pada 27 November 2012, Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia memvonis bersalah pemerintah Armenia karena melanggar hak asasi 17 orang yang menolak dinas militer atas dasar hati nurani. Armenia diharuskan membayar 112.000 euro (sekitar 1,5 miliar rupiah) untuk ganti rugi dan biaya persidangan.
Pada 2005, ada 17 pemuda Saksi Yehuwa yang sedang menjalani dinas sipil alternatif. Tetapi, ketika mereka tahu bahwa dinas itu diatur dan diawasi oleh militer, hati nurani mereka terganggu sehingga mereka meninggalkan dinas itu. Akibatnya, mereka ditangkap dan didakwa. Beberapa tetap ditahan selama beberapa bulan sebelum persidangan, dan 11 orang akhirnya dijatuhi hukuman penjara dua hingga tiga tahun.
Mahkamah Eropa menetapkan bahwa dakwaan dan penahanan tersebut ilegal karena pada 2005, tidak ada hukum Armenia yang mengatakan bahwa meninggalkan dinas sipil alternatif adalah tindak kriminal. Mahkamah memutuskan bahwa Armenia melanggar hak kebebasan dan keamanan para Saksi sebagaimana dilindungi oleh Butir 5 Konvensi Eropa Mengenai Hak Asasi Manusia. Meskipun pemerintah belakangan mencabut tuntutan kriminal atas 17 Saksi itu, Armenia menolak memberi mereka ganti rugi atas dakwaan dan penahanan yang tidak berdasarkan hukum tersebut. Karena itu, Mahkamah mewajibkan Armenia membayar kompensasi atas kerugian moril dan biaya persidangan.
Keputusan ini diambil tak lama setelah Mahkamah Eropa mengeluarkan tiga keputusan lain berkenaan kenetralan yang memberatkan Armenia. Dalam keempat kasus itu, pihak berwenang Armenia memperlakukan para Saksi dengan semena-mena, seolah mereka adalah penjahat yang berbahaya.
”Keputusan Mahkamah Eropa ini turut menegakkan keadilan bagi para Saksi,” kata André Carbonneau, pengacara yang mewakili penggugat. ”Rangkaian kemenangan atas Armenia di Mahkamah Eropa memberikan pesan yang jelas bagi semua negara anggota Dewan Eropa dan negara-negara seperti Eritrea, Korea Selatan, dan berbagai negara di Asia Tengah sehubungan dengan hak Saksi-Saksi Yehuwa untuk menolak dinas militer.”
Kontak Media:
David Semonian, Kantor Informasi Publik, tel. +1 718 560 5000
Armenia: Tigran Harutyunyan, tel. +374 93 900 482




Prancis Mengembalikan Pajak Ilegal


Prancis Mengembalikan Pajak Ilegal yang Dipungut dari Saksi-Saksi Yehuwa

Setelah pertarungan hukum selama 15 tahun, pada 11 Desember 2012, pemerintah Prancis mengembalikan dana milik Saksi-Saksi Yehuwa sejumlah 6.373.987,31 euro (sekitar 80 miliar rupiah).
Pada 1998, pemerintah berkeras bahwa sumbangan keagamaan yang diberikan oleh jemaat Saksi-Saksi Yehuwa harus dikenai pajak yang mencekik dan berlaku surut sebesar 60 persen. Pada 2003, Prancis menuntut sebagian pembayaran. Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia memutuskan bahwa Prancis bersalah karena melanggar kebebasan beragama Saksi-Saksi Yehuwa dengan membebankan pajak ilegal, yang jika diberlakukan, dapat mengakibatkan likuidasi kantor Saksi di Prancis dan menghambat pekerjaan pendidikan Alkitab mereka. Sejak Mahkamah memutuskan bahwa pajak tersebut ilegal, pemerintah Prancis mulai menjalankan keputusan itu dengan mengembalikan pajak yang sudah dipungut beserta bunganya, dan mengganti biaya persidangan yang dikeluarkan para Saksi.
Kontak Media:
J.R. Brown, Kantor Informasi Publik, tel. +1 718 560 5000
Prancis: Guy Canonici, tel. +33 2 32 25 55 55




Kamis, 14 Februari 2013

Ia ”Berjalan dengan Allah yang Benar”

TIRULAH IMAN MEREKA

 

NUH meluruskan punggungnya dan meregangkan otot-ototnya yang pegal. Bayangkan Nuh duduk di sebuah balok kayu besar, beristirahat sejenak sembari memandang rangka bahtera raksasa di hadapannya. Ia dapat mencium bau ter panas yang menusuk dan mendengar dentang peralatan beradu dengan kayu. Ia bisa melihat putra-putranya sibuk mengerjakan berbagai bagian dari struktur kayu yang besar itu. Ketiga putranya dan istri mereka serta istrinya yang tercinta telah bekerja keras membantunya selama puluhan tahun. Sudah banyak yang mereka selesaikan, tetapi masih ada banyak pekerjaan yang menanti!
Penduduk sekitar menganggap Nuh dan keluarganya bodoh. Semakin kelihatan bentuk bahtera itu, orang-orang malah semakin menertawakan peringatan Nuh tentang banjir besar yang akan melanda seluruh bumi. Bencana itu terdengar dibuat-buat, sesuatu yang tidak mungkin terjadi! Mereka tidak habis pikir kenapa ada orang yang mau menyia-nyiakan kehidupannya—dan kehidupan keluarganya—untuk sesuatu yang tidak masuk akal. Namun, Allah yang Nuh sembah, Yehuwa, sama sekali tidak menganggap Nuh bodoh.

Minggu, 10 Februari 2013

Saya Yakin Kehidupan Dirancang oleh Allah



WAWANCARA | BRETT SCHENCK

”Saya Yakin Kehidupan Dirancang oleh Allah”


Brett Schenck adalah pensiunan konsultan lingkungan di Amerika Serikat. Ia meneliti saling ketergantungan antara tanaman, binatang, dan lingkungan. Mengapa ia percaya akan Pencipta? Sedarlah! mewawancarainya tentang sains dan imannya.

Kehidupan yang Memuaskan Bukan Impian

 

Pencipta kita ingin agar hidup kita benar-benar bermakna. Apa yang dapat membantu kita mendapatkannya?

Berakhirnya Kekerasan dalam Rumah Tangga



Pendidikan Alkitab telah membantu banyak orang mengganti watak beringas mereka dengan kebaikan hati dan respek.

Rabu, 06 Februari 2013

Berita Terkini

 


Badai Evan Menerjang Kepulauan Pasifik Selatan

Pada Desember 2012, Siklon Evan menerjang Fiji dan Samoa. Bantuan kemanusiaan telah diatur oleh kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa.

Senin, 04 Februari 2013

Apakah Allah Menghukum Orang dalam Api Neraka?

 


SAKSI-SAKSI YEHUWA senang membahas Alkitab dengan orang lain. Adakah suatu topik Alkitab yang belum jelas bagi Anda? Apakah Anda ingin mengetahui kepercayaan dan ibadat Saksi-Saksi Yehuwa? Kalau begitu, kali berikut Anda bertemu dengan Saksi, jangan ragu untuk menanyakannya. Ia akan senang membahasnya dengan Anda.

Bagaimana orang Yahudi abad pertama mempersiapkan jenazah sebelum dikuburkan?

TAHUKAH ANDA?


 

Orang Yahudi menguburkan jenazah sesegera mungkin, biasanya pada hari yang sama. Hal ini dilakukan karena dua alasan. Pertama, di iklim panas Timur Tengah, jenazah cepat membusuk. Kedua, pada zaman itu, membiarkan jenazah selama berhari-hari dianggap tidak menghormati almarhum dan keluarganya.

Injil dan buku Kisah mencatat setidaknya empat penguburan yang dilakukan pada hari kematian. (Matius 27:57-60; Kisah 5:5-10;7:60–8:2) Berabad-abad sebelumnya, istri Yakub yang tercinta, Rakhel, meninggal pada saat Yakub dan keluarganya sedang mengadakan perjalanan. Yakub tidak membawa jenazah istrinya ke pekuburan keluarga, namun ia menguburkannya ”di jalan menuju . . . Betlehem”.Kejadian 35:19, 20, 27-29.

Kebangkitan Yesus Berarti Kehidupan!

 


KEBANGKITAN Yesus bukan sekadar peristiwa yang terjadi dahulu kala yang tidak ada artinya bagi kita sekarang. Rasul Paulus memberi tahu arti penting kebangkitan Yesus, ”Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai buah sulung dari antara orang-orang yang telah tidur dalam kematian. Karena, mengingat kematian datang melalui seorang manusia, kebangkitan orang mati juga melalui seorang manusia. Karena sebagaimana semua manusia mati sehubungan dengan Adam, demikian juga semua manusia akan dihidupkan sehubungan dengan Kristus.”1 Korintus 15:20-22.

Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa?


 


Kepercayaan Saksi-Saksi Yehuwa bukan rahasia, karena lektur mereka mudah diperoleh dalam ratusan bahasa. Berikut ini adalah ringkasan beberapa kepercayaan utama mereka.

Mengapa Kalian Disebut Saksi-Saksi Yehuwa?


 


Yehuwa adalah nama pribadi Allah, seperti yang dinyatakan dalam Alkitab. (Keluaran 6:3; Mazmur 83:18) Saksi adalah orang yang menyatakan pandangan atau kebenaran yang ia yakini.
Jadi, nama Saksi-Saksi Yehuwa menunjukkan bahwa kami adalah sekelompok orang Kristen yang menyatakan kebenaran tentang Yehuwa, Pencipta segala sesuatu. (Penyingkapan [Wahyu] 4:11) Kami memberikan kesaksian kepada orang lain melalui cara hidup kami dan dengan menceritakan apa yang kami pelajari dari Alkitab.—Yesaya 43:10-12; 1 Petrus 2:12.