Tampilkan postingan dengan label Ia ”Berjalan dengan Allah yang Benar”. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ia ”Berjalan dengan Allah yang Benar”. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Ia ”Berjalan dengan Allah yang Benar”

TIRULAH IMAN MEREKA

 

NUH meluruskan punggungnya dan meregangkan otot-ototnya yang pegal. Bayangkan Nuh duduk di sebuah balok kayu besar, beristirahat sejenak sembari memandang rangka bahtera raksasa di hadapannya. Ia dapat mencium bau ter panas yang menusuk dan mendengar dentang peralatan beradu dengan kayu. Ia bisa melihat putra-putranya sibuk mengerjakan berbagai bagian dari struktur kayu yang besar itu. Ketiga putranya dan istri mereka serta istrinya yang tercinta telah bekerja keras membantunya selama puluhan tahun. Sudah banyak yang mereka selesaikan, tetapi masih ada banyak pekerjaan yang menanti!
Penduduk sekitar menganggap Nuh dan keluarganya bodoh. Semakin kelihatan bentuk bahtera itu, orang-orang malah semakin menertawakan peringatan Nuh tentang banjir besar yang akan melanda seluruh bumi. Bencana itu terdengar dibuat-buat, sesuatu yang tidak mungkin terjadi! Mereka tidak habis pikir kenapa ada orang yang mau menyia-nyiakan kehidupannya—dan kehidupan keluarganya—untuk sesuatu yang tidak masuk akal. Namun, Allah yang Nuh sembah, Yehuwa, sama sekali tidak menganggap Nuh bodoh.