Minggu, 14 Juli 2013

Mengapa Ada Banyak Sekali Penderitaan?

 

Mengapa banyak orang menderita? Mengapa usaha manusia untuk menghapus penderitaan selalu gagal? Untuk menjawabnya, kita perlu tahu apa sebenarnya penyebab penderitaan. Walaupun penyebabnya banyak dan rumit, kita sangat bersyukur karena Alkitab memberitahukannya kepada kita. Dalam artikel ini, kita akan memeriksa lima alasan dasar mengapa penderitaan ada di mana-mana. Mari kita pikirkan apa yang Alkitab katakan dan bagaimana Firman Allah membantu kita mengerti dengan jelas duduk persoalannya.2 Timotius 3:16.

AKIBAT PEMERINTAHAN YANG BURUK

”Apabila orang jahat berkuasa, rakyat menderita,” kata Alkitab.Amsal 29:2, Bahasa Indonesia Masa Kini.
Sepanjang sejarah, para diktator memerintah dengan tangan besi sehingga orang-orang sangat menderita. Tentu saja, tidak semua penguasa seperti itu. Ada yang tulus ingin membantu sesama mereka. Tetapi, setelah mereka berkuasa, mereka biasanya sadar bahwa upaya mereka dikalahkan oleh persaingan dan perebutan kekuasaan. Atau, mereka mungkin menyalahgunakan kekuasaan mereka demi kepentingan pribadi sehingga orang lain menderita. ”Sejarah adalah kisah tentang kegagalan berbagai upaya, juga tentang keinginan yang tidak terwujud,” kata Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS.
Alkitab juga berkata, ”Manusia, yang berjalan, tidak mempunyai kuasa untuk mengarahkan langkahnya.” (Yeremia 10:23) Manusia yang tidak sempurna tidak punya cukup banyak hikmat dan pandangan yang jauh ke depan, yang sangat diperlukan agar bisa sukses menentukan langkah mereka. Kalau manusia tidak bisa membereskan persoalannya sendiri, bagaimana mungkin mereka bisa mengatur sebuah bangsa? Apakah Anda sekarang bisa mengerti mengapa manusia yang memerintah tidak sanggup menghapus penderitaan? Malah, pemerintahan yang buruk sering jadi penyebab penderitaan!

Berapa Lama Anda Bisa Hidup?

 

KETIKA mati pada 2006, Harriet berumur kira-kira 175 tahun. Tentu saja, Harriet bukan manusia. Ia seekor kura-kura Galapagos, dan tinggal di sebuah kebun binatang di Australia. Dibanding kita, umur Harriet jauh lebih panjang. Namun, dibanding umur makhluk hidup lain, umur sepanjang itu bukanlah hal yang luar biasa. Perhatikan beberapa contoh.
[Grafik di hlm. 6]

  • Menurut para periset di Finlandia, kupang mutiara air tawar bisa hidup selama 200 tahun.
  • Kerang quahog biasanya hidup lebih dari 100 tahun dan bahkan pernah dilaporkan hidup hingga lebih dari 400 tahun.
  • Berbagai pohon, seperti pinus bristlecone, sequoia raksasa, dan beberapa spesies cemara, bisa hidup selama ribuan tahun.

Apakah Ajaran Tritunggal Itu Benar?

 

Lebih dari dua miliar orang mengaku Kristen. Kebanyakan bergabung dengan gereja yang mengajarkan Tritunggal, yaitu doktrin bahwa Bapa, Putra, dan roh kudus bersama-sama membentuk satu Allah. Bagaimana Tritunggal sampai menjadi doktrin resmi? Selain itu, apakah ajaran itu selaras dengan Alkitab?
ALKITAB rampung pada abad pertama M. Ajaran-ajaran yang menjadi cikal bakal Tritunggal mulai dirumuskan secara resmi pada 325 M—lebih dari dua abad kemudian—pada konsili di kota Nicea di Asia Kecil, sekarang Iznik, Turki. Menurut New Catholic Encyclopedia, penjelasan resmi pertama tentang ’kepercayaan ortodoks Kristen’, termasuk uraian tentang Allah dan Kristus, dirumuskan dalam kredo yang dianggap berasal dari Konsili Nicea. Namun, setelah Alkitab rampung, mengapa posisi Allah dan Kristus masih harus diperjelas? Apakah Alkitab kurang jelas?

Rabu, 03 Juli 2013

Dapatkah Agama Dipercaya?



Banyak orang pernah kecewa dengan agama sehingga menjadi apatis. Namun, ada agama yang bisa Anda percayai

 



 

Mengapa Perlu Dipastikan?

Katakanlah seseorang perlu menjalani pembedahan untuk menyelamatkan hidupnya. Ia pasti ingin benar-benar memercayai dokter bedahnya, karena hidup dan matinya ada di tangan sang dokter. Jadi, bukankah bijaksana untuk memastikan reputasi dan pengalaman dokter itu?
Sama seperti itu, kita sebaiknya memeriksa agama kita dengan cermat. Alasannya, kehidupan rohani kita, termasuk keselamatan kita di masa depan, ada di tangan agama itu.
Yesus menyediakan petunjuk untuk membantu kita memastikan suatu agama. Ia mengatakan, ”Setiap pohon dikenal dari buahnya.” (Lukas 6:44) Kita bisa mengambil satu agama atau aliran sebagai contoh, lalu memikirkan ”buah” apa yang dihasilkannya. Apakah para pemimpin agamanya sangat mementingkan uang? Apakah para anggotanya mengikuti prinsip Alkitab mengenai peperangan dan moral? Yang terpenting, apakah ada agama yang layak dipercaya? Mari kita simak artikel-artikel berikut.”Setiap pohon dikenal dari buahnya.”Lukas 6:44

Sabtu, 15 Juni 2013

Patutkah Kita Berdoa kepada Para Santo?

 

SIAPA yang tidak pernah khawatir dan tidak pernah merasa perlu meminta bantuan orang lain? Kalau kita punya masalah, kita biasanya akan mencari teman yang bisa bersimpati dan tahu banyak tentang masalah yang kita hadapi. Teman yang lembut sekaligus berpengalaman pasti sangat berharga.
Ada yang mungkin punya perasaan serupa tentang doa. Mereka lebih nyaman berdoa kepada seorang santo atau santa dan bukan kepada Allah, karena Allah dianggap terlalu tinggi dan menakutkan. Alasan lainnya, para santo telah menghadapi cobaan dan penderitaan yang sering dialami manusia, sehingga bisa lebih berempati. Misalnya, orang yang kehilangan sesuatu yang penting bagi mereka mungkin memilih untuk meminta bantuan ”Santo” Antonius dari Padua—yang diyakini sebagai santo pelindung barang yang hilang atau dicuri. Saat berdoa meminta jodoh, mereka mungkin akan memilih ”Santo” Rafael atau memilih ”Santo” Yudas Tadeus jika mereka putus asa karena kesulitan yang berat.

Dunia Tanpa Prasangka—Kapan?



 

”SAYA punya impian.” Kata-kata itu diucapkan lima puluh tahun yang lalu pada 28 Agustus 1963, oleh Martin Luther King, Jr., seorang tokoh hak-hak sipil dari Amerika, dalam pidatonya yang paling terkenal. Sepenggal kalimat itu ia ucapkan berulang kali untuk mengungkapkan impian, atau harapannya, bahwa suatu hari nanti manusia akan hidup bebas dari prasangka ras. Walaupun harapan ini hanya ia sampaikan kepada warga Amerika Serikat, hal itu juga mewakili impian orang-orang dari berbagai bangsa.
Martin Luther King, Jr., menyampaikan pidato tentang hak sipil

Prasangka—Masalah Sedunia

Prasangka—Masalah Sedunia

JONATHAN, seorang pria Korea kelahiran Amerika, menjadi korban prasangka ras semasa kecil. Setelah dewasa, ia memutuskan pindah ke tempat baru, dengan harapan penduduk di sana tidak akan menilai dia berdasarkan wajah atau rasnya. Ia pun bekerja sebagai dokter di sebuah kota di utara Alaska, AS, di mana ia kelihatan mirip dengan banyak pasiennya. Ia berharap, mungkin di tengah dinginnya Lingkar Arktik, ia akhirnya terbebas dari dinginnya prasangka yang lebih menusuk.
Harapannya hancur ketika ia mengobati seorang wanita berusia 25 tahun. Sewaktu wanita itu tersadar dari koma dan melihat wajah Jonathan, ia langsung melontarkan makian, meluapkan kebenciannya yang berurat berakar terhadap orang Korea. Insiden itu menyadarkan Jonathan akan suatu fakta menyakitkan bahwa semua upayanya untuk pindah dan membaur tidak bisa membebaskannya dari cengkeraman prasangka.
Pengalaman Jonathan merupakan potret realitas yang suram: Prasangka ada di seluruh pelosok bumi.  Dapat dikatakan, di mana ada manusia, di situ ada prasangka.
Walaupun prasangka ada di mana-mana, banyak orang mengutuknya. Sungguh ironis. Bagaimana mungkin sesuatu yang sangat dibenci bisa begitu umum? Jelas, banyak orang yang tidak menyukai prasangka tidak sadar bahwa prasangka juga ada dalam diri mereka. Bagaimana dengan Anda sendiri?